SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Topik: PENGAMBILAN KEPUTUSAN
DISUSUN OLEH:
1. FITRI LUBIS NIM : 16 302 00032
2. RIYADOH LUBIS NIM : 16 302 00053
RUANGAN: BKI-II
Dosen Pembimbing:
YULI EVIYANTI, SE., MM
BIMBINGAN KONSELING ISLAM (BKI)
FAKULTAS DAKWAH DANILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PADANGSIDIMPUAN
2017
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
A. Definisi Pengambilan Keputusan
Keputusan (decision) didefenisikan sebagai
tindakan pilihan yang sering kali pelu untuk mengambil baying keputusan dalam proses
pemecahan suatu masalah.[1]Yaitu hasil pemecahan
masalah yang dihadapinya dengan tegas.Hal itu berkaitan dengan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya
mengenai unsur-unsur perencanaan.
Pengambilan keputuan dapat diartikan sebagai
berikut:
1. Menurut G. R. Terry, pengambilan keputusan adalah
pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih[2]( tindakan pimpinan untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam organisasi yang dipimpinnya dengan
melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang dimungkinkan).
2. Menurut Siagian pengambilan keputusan adalah suatu
pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data,
penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan
yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa keputusan itu diambil
dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan.Masalahnya
telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan
pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang
ada.
Dalam pengambilan keputusan tidak lepas adri system
informasi manajemen (SIM).SIM merupakan system yang memberikan informasi untuk
digunakan dalam pengambilan keputusan guna menyelesaikan berbagai masalah bagi
penggunanya.[3]
B. Tujuan Pengambilan Keputusan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi
itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan
semua kegiatan itu dapat berjalan lancer dan tujuan dapat dicapai dengan mudah
dan efisien.Namun, kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melaksanakan
kegiatan.Ini merupakan masalah yang hatus dipecahkan oleh pimpinan
organisasi.Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah tersebut.
Menurut Herbert A. Simon, orang yang memecahkan
masalah terlibat dalam empat tahapan, yaitu:
1. Aktivitas intelijen, yaitu mencari sekitar
lingkungan kondisi yang harus dipecahkan.
2. Aktivitas perancangan, yaitu menentukan, mengembangkan
dan menganalisis tindakan-tindakan yang mungkin dilakukan.
3. Aktivitas pemilihan, yaitu memilih tindakan tertentu
dari beberapa yang tersedia.
4. Aktivitas pengkajian, yaitu memeriksa
pilihan-pilihan yang lalu.[4]
Jadi, yang terlibat dalam aktivitas-aktivitas pemecahan
masalah, harus memiliki informasi guna pengambilan keputusan yang tepat.
C. Dasar Pengambilan Keputusan
Ada lima dasar dalam
pengambilan keputusan, yaitu:
1.
Pengambilan Keputusan
Berdasarkan Intuisi
Keputusan
yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu
mudah terkena sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain. Sifat subjektif
dari keputusuan intuitif ini terdapat beberapa keuntungan, yaitu :
a. Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah
untuk memutuskan.
b. Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah
yang bersifat kemanusiaan.
2.
Pengambilan Keputusan
Rasional
Keputusan
yang bersifat rasional berkaitan dengan
daya guna. Masalah – masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan
pemecahan rasional.Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional
lebih bersifat objektif.Dalam masyarakat, keputusan yang rasional dapat diukur
apabila kepuasan optimal masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai
masyarakat yang di akui saat itu.
3.
Pengambilan Keputusan
Berdasarkan Fakta
Keputusan yang
berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang
cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk
mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.
4. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman
Keputusan yang
berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman
dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan
bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecaha
masalah.
5. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang
Banyak
sekali keputusan yang diambil karena wewenang (authority) yang dimiliki.Setiap orang yang menjadi pimpinan
organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka
menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan
efisien.[5]
D. Jenis-jenis Keputusan
Menurut Herbert A.Simon keputusan diklasifikasikan
dalam dua kategori, yaitu:
1. Keputusan yang direncanakan/ diprogram (), merupakan
keputusan yang bersifat rutin dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga
dapat dikembangkan suatu prosedur tertentu. Contoh:UAS, KRS, dan wisuda.
programed decision
2. Keputusan yang tidak direncanakan/ tidak terprogram
(nonprogramed decision), merupakan keputusan baru, tidak terstrutur dan
tidak dapat diperkirakan sebelumnya dan penuh konsekuensi.[6]
Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam pengambilan
keputusan, pemecahan masalah bisa dilakukan secara terstruktur dengan prosedur
tertentu atau langsung membuat keputusan baru dengan tidak terstruktur.
E. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam
Pengambilan Keputusan
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam
pengambilan keputusan menurut G. R. Terry, yaitu :
1. Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud,
yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan
keputusan.
2. Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk
mencapai tujuan organisasi.
3. Setiap keputusan jangan berorientasi pada
kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi.
4. Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh karena
itu buatlah altenatif-alternatif tandingan.
5. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental dari
tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik.
6. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu
yang cukup lama.
7. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk
mendapatkan hasil yang lebih baik.
8. Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar
diketahui keputusan itu benar.
9. Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari
serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya.[7]
.
F. Proses Pengambilan Keputusan
Setiap keputusan yang diambil itu merupakan
perwujudan kebijakan yang telah digariskan. Oleh karena itu, analisis proses
pengambilan keputusan pada hakikatnya sama saja dengan analisis proses
kebijakan. Proses pengambilan keputusan meliputi :
1. Identifikasi masalah
Dalam hal ini pemimpin diharapkan mampu
mengindentifikasikan masalah yang ada di dalam suatu organisasi.
2. Pengumpulan dan penganalisis data
Pemimpin diharapkan dapat mengumpulkan dan
menganalisis data yang dapat membantu memecahkan masalah yang ada.
3. Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan
Setelah masalah dirinci dengan tepat dan
tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara pemecahannya.Cara pemecahan ini
hendaknya selalu diusahakan adanya alternatif-alternatif beserta
konsekuensinya, baik positif maupun negatif.Oleh sebab itu, seorang pimpinan
harus dapat mengadakan perkiraan sebaik-baiknya.Untuk mengadakan perkiraan
dibutuhkan adanya informasi yang secukupnya dan metode perkiraan yang baik.
Perkiraan itu terdiri dari berbagai macam pengertian:
a.
Perkiraan dalam arti
Proyeksi
Perkiraan
yang mengarah pada kecenderungan dari data yang telah terkumpul dan tersusun
secara kronologis.
b.
Perkiraan dalam arti
prediksi
Perkiraan yang dilakukan dengan
menggunakan analisis sebab akibat.
c.
Perkiraan dalam arti
konjeksi
Perkiraan yang didasarkan pada kekuatan intuisi
(perasaan).Intuisi disini sifatnya subjektif, artinya tergantung dari kemampuan
seseorang untuk mengolah perasaan.
4. Pemilihan salah satu alternatif terbaik
Pemilihan satu alternatif yang dianggap
paling tepat untuk memecahkan masalah tertentu dilakukan atas dasar
pertimbangan yang matang atau rekomendasi. Dalam pemilihan satu alternatif
dibutuhkan waktu yang lama karena hal ini menentukan alternative yang dipakai
akan berhasil atau sebaliknya.
5. Pelaksanaan keputusan
Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang
pemimpin harus mampu menerima dampak yang positif atau negatif. Ketika menerima
dampak yang negatif, pemimpin harus juga mempunyai alternatif yang lain.
6. Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan
Setelah keputusan dijalankan seharusnya
pimpinan dapat mengukur dampak dari keputusan yang telah dibuat.
G.
Gaya Pengambilan Keputusan
Perilaku pengambilan keputusan
berfokus pada gaya yang digunakan manajer dalam memilih alternatif.Secara
teoritis ada 4 gaya pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan oleh seorang
pemimpin. Keempat gaya tersebut adalah:
1.
Gaya Direktif
a.
Cenderung bersifat efisien,
logis, pragmatis, dan sistematis dalam memecahkan masalah
b.
Berfokus pada fakta dan
penyelesaian masalah secara lebih cepat.
c.
Cenderung berfokus jangka
pendek
d.
Gemar menggunakan
kekuasaan, ingin mengontrol, secara umum menggambarkan kekeuasaan yang
otokratik
2.
Gaya Analitik
a.
Hasil keputusan didasarkan
atas inputan hasil analisis
b.
Lebih banyak
mempertimbangkan beragam informasi dan alternetif dibandingkan gaya direktif
c.
Pengambilan keputusan diambil
dalam jangka waktu agak lama
d.
Menggambarkan pemimpin yang
otokratik
3.
Gaya Konseptual
a.
Memecahkan masalah dengan
pandangan yang luas
b.
Suka mempertimbangkan
banyak pilihan dan kemungkinan masa depan
c.
Melibatkan banyak orang
untuk memperoleh beragam informasi dan banyak menggunakan intuisi dalam peng
keputusan
d.
Berani mengambil resiko dan
seringkali menemukan solusi yang kreatif
e.
Ketidakpastian dalam
pengambilan keputusan
4.
Gaya Perilaku
a.
Cenderung bekerja dengan
orang lain dan terbuka dalam pertukaran pendapat
b.
Cenderung menerima saran,
sportif dan bersahabat
c.
Suka informasi yang verbal
dan menghindari konflik serta peduli pada kebahagiaan org lain
d.
Terkadang, keputusannya
tidak tegas dan sulit mengatakan tidak jika keputusan tersebut akan berdampak
kerugian pada orang lain.[8]
H. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Banyak sistem pendukung yang tersedia dan mampu
melengkapi sistem informasi manajemen yang ada. Beberapa sistem pendukung di
antaranya adalah:
1.
Sistem Pendukung
Pengambilan Keputusan/Decision-Support Systems (DSS)
Sistem pendukung pengambilan keputusan kelompok (DSS) adalah sistem
berbasis komputer yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan dalam
menggunakan data dan model untuk menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur.
Sistem pendukung ini membantu pengambilan keputusan manajemen dengan
menggabungkan data, model-model dan alat-alat analisis yang komplek, serta
perangkat lunak yang akrab dengan tampilan pengguna ke dalam satu sistem yang
memiliki kekuatan besar (powerful) yang dapat mendukung pengambilan keputusan
yang semi atau tidak terstruktur.
2.
Sistem Kelompok Pendukung
Pengambilan Keputusan/Group Decision-Support Systems (GDSS)
GDSS merupakan sistem berbasis komputer yang interaktif untuk memudahkan
pencapaian solusi oleh sekelompok pengambil keputusan atas permasalahan yang
sifatnya tidak terstruktur.GDSS dikembangkan untuk menjawab tantangan terhadap
kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan yang dilakukan oleh lebih dari
satu orang (kelompok orang). Permasalahan yang perlu digarisbawahi untuk
pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekelompok orang antara lain adalah
banyaknya para pengambil keputusan, waktu yang harus dialokasikan, dan
meningkatnya peserta yang ada. GDSS memberikan dukungan pada pemecahan masalah
dengan menyediakan suatupengaturan yang mendukung komunikasi bagi anggota yang
tergabung dalam kelompok.
3.
Sistem Pendukung
Pengambilan Keputusan Eksekutif/Executive-Support Systems (ESS)
ESS dibangun terutama untuk menyajikan gambaran operasional suatu
organisasi; melayani kebutuhan informasi eksekutif puncak; menyajikan tampilan
yang akrab di pengguna, sesuai dengan tipe keputusan individu, menyajikan
penelusuran dan pengendalian yang tepat waktu dan efektif; menyajikan akses
cepat atas informasi rinci dengan teks, angka, atau grafik;
mengindentifikasikan masalah; serta menyaring, mengkompres, dan melacak data
dan informasi kritikal
4.
Sistem Pakar/Expert System
ES adalah paket komputer untuk memecahkan atau mengambil keputusan atas
suatu masalah spesifik atau terbatas, yang kemampuan pemecahannya dapat sama
atau melebihi suatu tingkat kemampuan seorang pakar.[9]
I.
Kesimpulan
Dalam pengambilan keputusan ada beberapa hal yang
perlu dipahami, yaitu:
1.
pengambilan keputusan
tidak lepas adri system informasi manajemen (SIM). SIM merupakan system yang
memberikan informasi untuk digunakan dalam pengambilan keputusan guna
menyelesaikan berbagai masalah bagi penggunanya.
2.
Pengambilan keputusan
dimaksudkan untuk memecahkan masalah. Dimana menurut Herbert A. Simon, orang
yang memecahkan masalah terlibat dalam empat tahapan, yaitu: aktivitas
intelijen, aktivitas perancangan, aktivitas pemilihan dan aktivitas pengkajian.
3.
Dasar pengambilan
keputusan terbagi lima, yaitu keputusan berdasarkan intuisi, rasional,
pengalaman, wewenang dan fakta.
4.
Proses pengambilan
keputusan terdiri dari; identifikasi masalah, pengumpulan dan penganalisis
data, pembuatan alternatif-alternatif kebijakan, pemilihan salah satu
alternatif terbaik, pelaksanaan keputusan dan pemantauan dan pengevaluasian
hasil pelaksanaan.
5.
Gaya pengambilan keputusan terdiri dari gaya
direktif, gaya analitik, gaya konseptual dan gaya perilaku.
6.
Sistem pendukung
pengambilan keputusan
a. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan/Decision-Support Systems
(DSS)
b.
Sistem Kelompok Pendukung
Pengambilan Keputusan/Group Decision-Support Systems (GDSS)
c.
Sistem Pendukung Pengambilan
Keputusan Eksekutif/Executive-Support Systems (ESS)
d.
Sistem Pakar/Expert System
REFERENSI
Arif, Sistem Pendukung Keputusan, http://informatika.web.id/5-dasar-dalam-pengambilan-keputusan.htm
McLeod, Raymond , Jr. dan George P. Schell, Sistem
Informasi Manajemen (Jakarta: Salemba Empat, 2007).
Mulya, Abdul Hadi, Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pengaambilan Keputusan, https://ryanzzeka.wordpress.com/2015/05/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pengaambilan-keputusan.
Sunandar,Iman, Management Information system, http://imansunandar14.blogspot.co.id /2013/05/sistem-pendukung-pengambilan-keputusan.html
4 Gaya Pengambilan Keputusan,
[1]Raymond McLeod, Jr. dan George P. Schell, Sistem
Informasi Manajemen (Jakarta: Salemba Empat, 2007), h. 326.
[2]
Abdul Hadi Mulya, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengaambilan Keputusan, https://ryanzzeka.wordpress.com/2015/05/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pengaambilan-keputusan.
[3]Ibid.,h.
325.
[4]Ibid.,h.
326.
[5]Arif,
Sistem Pendukung Keputusan, http://informatika.web.id/5-dasar-dalam-pengambilan-keputusan.htm
[6]Ibid.,h.330.
[7]
Abdul Hadi Mulya., Op.Cit.
[8]4 Gaya Pengambilan Keputusan
[9] Iman Sunandar, Management Information system,http://imansunandar14.blogspot.co.id/2013/05/sistem-pendukung-pengambilan-keputusan.html
Didalam dasar pengambilan keputusan terdapat pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman . Bagaimana kalau masalah atau hal tersebut pertama kali dialaminya . Apakah keputusan akhir akan bermasalah ?
BalasHapusAssalamualaikum wr.wb
BalasHapusApa yang dimaksud dengan keputusan intuitif?
Sekian terima kasih
Wassalam..
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusApa yang dimaksud dengan keputusan intuitif?
Sekian terima kasih
Wassalam..
Bagaimana menurut saudari pemakalah tentang hambatan-hambatan yang terjadi dalam pengambilan keputusan dan bagaimana solusinya bagi tiap-tiap komponen atau struktur dalam sebuah organisasi atau perusahan?
BalasHapusMohon anda jelaskan
Terimakasih
assalamu'alaikum,,,
BalasHapusbagaimana menurut saudari cara mengambil keputusan yang baik jika saudari seorang manajer dan mempunyai masalah di perusahaan saudari sendiri.
mksh..
bagaimana menurut saudari langkah2 pengambilan keputusan yang sesuai dengan SIM untuk mendapatkan keputusan yang baik
BalasHapusmksh,, mohon penjelasannya...
assalamualaikum...
BalasHapusbagaimana menurut pemakalah untuk mengambil suatu keputusan yang lebih efektif dan adil menurut SIM tanpa menyakiti pihak lain?
terimakasih....
Bagaimana menurut saudari Pengambilan keputusan oleh satu pihak tersebut..
BalasHapusMohon penjelasan nya...
Makasih
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusا سلا عيكم و رحمة الله و بر كا ته
BalasHapussaya ingin bertanya kepada saudari pemakalah
tolong saudari jelaskan Bagiamanakah cara menilai bahwa keputusan yang diambil adalah baik dan berkualitas??
sekian dan terima kasih
Assalamu'alaikum ukhty kabir..
BalasHapusSaya mau bertanya coba ukhty kabir jelaskan ada 4 gaya pengambilan keputusan coba jelaskan menurut bahasa anda sendiri..terimakasih
Assalamu alaikum wr.wb.
BalasHapusYang ingin saya tanyakan adalah coba anda jelaskan menurut pemahaman saudara pemakalah mengenai Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi.
Sekian terimakasih
Assalamu alaikum wr.wb.
BalasHapusYang ingin saya tanyakan adalah coba anda jelaskan menurut pemahaman saudara pemakalah mengenai Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi.
Sekian terimakasih
Ass..
BalasHapusSaya ingin bertanya tentang dasar pengambilan keputusan.
Pada bagian kedua keputusan intutif lebih tepat untuk
Masalah" bersifat kemanusiaan .
Coba anda jelaskn bagaimna tentang keputusan intutif itu
Assalamu alaikum uhty, saya ingin bertanya,coba saudari jelaskan pengertian dari istilah-istilah dari keputusan, pengambilan keputusan, teori pengambilan keputusan. Cukup sekian Assalamu alaikum.....
BalasHapusAssalamu'alaikum
BalasHapusCoba saudari jelaskan apa yang dimaksud dengan pengambilan keputusan rasional
Terimah kasih
By rosmidapohan1@gmail.com
coba jelaskan pengertian dari keempat gaya pengambilan keputusan
BalasHapusCoba saudari jelaskan gaya direktif dlm pengambilan keputusan
BalasHapusCoba saudari jelaskan gaya direktif dlm pengambilan keputusan
BalasHapusApa yg dimaksud perkiraan ayas prediksi. Nova
BalasHapusCoba jelaskan apa2 pengumpulan fakta-fakta ???
BalasHapusCoba jelaskan apa kesimpulan dari makalah kalian??
BalasHapusTerimakasih...
Coba jelaskan apa kesimpulan dari makalah kalian??
BalasHapusTerimakasih...
asasa
BalasHapusasala
BalasHapusasas
BalasHapus